Senin, 10 Desember 2012


NADA NADA HATI
Indra Muhamad Seno
(Juara I Lomba Puisi)


Detik waktu kian menjauh dipelupuk mata
Dan cengkraman siang mulai berpendar, ikat erat haluan
Saat setitik rasa menetes membasahi palung jiwa yang ‘tak ku mengerti

Hingga putaran waktu berbaring lurus dihadapanku
Merayapi asa dan memeluk nadi erat
Mengajak ‘tuk berdansa ikuti getarnya
Resapi arti rasa itu

Diantara manis dan getir yang memandu
Dikala ku tahu rasa itu dia

Aku tertunduk dibatas keegoan
Kala Sang Penguasa Qolbu memapahku menuju hatinya
Sembari memetik dawai-dawai kepedihan
Memaksa ku ‘tuk menyimpannya rapat
Hingga terlansir dalam hakikat tentang ku
Saat rasa itu terajut dibatas tirai senja

Kini kulihat rumput halaman
Menggoyahkan pondasi harapan dengan pahamnya
Disaat emosi yang merajai reputasi terajut oleh kepedihan

Iring  rontahan mencabik dengan belatinya
Menghujam  raga dan menyelimuti  jiwa

Ditemani teriakan bibir yang membisu
Tandai tawa kekecewaan

Engkau tetap setia merangkulku
Mengajak ku sambangi pesisir singgah sanah
Dengan sepucuk harapan yang tergores didalam benak

Aku tebujur kaku dengan  nafas yang masih terjaga
Rebahkan jiwa dihadap Mu
Sedang qolbu  teteskan doa
Menyapaku digelapnya siang yang terbentang

Kini aku tahu, Engkau menemaniku
Menemani jurang sesal yang terngiang dihatiku

Dan biarkan  nada nada ini terbalut linangan perih
Yang teruntai indah , sembari berharap
Kau titipkan kata-kata cintaku padanya

Ya Rabb …
Biarkan rasa cinta ini tetap sebesar debu disiang yang terjelang
Agar tetap dapat ku genggam
Dan kujadikan dia sababiah menuju  jalanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar