NADA
NADA HATI
Indra
Muhamad Seno
(Juara I Lomba Puisi)
Detik
waktu kian menjauh dipelupuk mata
Dan
cengkraman siang mulai berpendar, ikat erat haluan
Saat
setitik rasa menetes membasahi palung jiwa yang ‘tak ku mengerti
Hingga
putaran waktu berbaring lurus dihadapanku
Merayapi
asa dan memeluk nadi erat
Mengajak
‘tuk berdansa ikuti getarnya
Resapi
arti rasa itu
Diantara
manis dan getir yang memandu
Dikala
ku tahu rasa itu dia
Aku
tertunduk dibatas keegoan
Kala
Sang Penguasa Qolbu memapahku menuju hatinya
Sembari
memetik dawai-dawai kepedihan
Memaksa
ku ‘tuk menyimpannya rapat
Hingga
terlansir dalam hakikat tentang ku
Saat
rasa itu terajut dibatas tirai senja
Kini
kulihat rumput halaman
Menggoyahkan
pondasi harapan dengan pahamnya
Disaat
emosi yang merajai reputasi terajut oleh kepedihan
Iring
rontahan mencabik dengan belatinya
Menghujam raga dan menyelimuti jiwa
Ditemani
teriakan bibir yang membisu
Tandai
tawa kekecewaan
Engkau
tetap setia merangkulku
Mengajak
ku sambangi pesisir singgah sanah
Dengan
sepucuk harapan yang tergores didalam benak
Aku
tebujur kaku dengan nafas yang masih
terjaga
Rebahkan
jiwa dihadap Mu
Sedang
qolbu teteskan doa
Menyapaku
digelapnya siang yang terbentang
Kini
aku tahu, Engkau menemaniku
Menemani
jurang sesal yang terngiang dihatiku
Dan
biarkan nada nada ini terbalut linangan
perih
Yang
teruntai indah , sembari berharap
Kau
titipkan kata-kata cintaku padanya
Ya
Rabb …
Biarkan
rasa cinta ini tetap sebesar debu disiang yang terjelang
Agar
tetap dapat ku genggam
Dan
kujadikan dia sababiah menuju jalanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar