Setitik Curahan Untuk
Tuhan
Jeni Julianti
(Juara II Lomba Puisi)
Tuhan,
Setetes harapan dengan tinta ini yang
aku goreskan
Hanya ingin Rabb ku tau
Disini aku titipkan garisan curahan
Saat ku membuka mata
Masih ada harapan yang akan ku gapai
Terang yang akan ku genggam
Tuhan,
Bila kedua mata ini terpejam
Sesekali aku merindukan cahaya bulan dan
bintang
Disini aku gelap
Bila tak ada sinar Mu yang amat gemerlap
Tuhan,
Andai Kau hembusan anggin maka Aku kan
terbang
Andai kau jadikan kemarau maka aku kan
berguguran
Tak mampu berdiri tanpa Mu Tuhan
Tak kuasa kehilanganmu Tuhan
Tak mudah menjadi buah, jika tak ada
pohon dan akar
Begitupun aku yang kini kian menjadi
bintang diantara lagit dan bulan
Biar terbangun aku semuanya telah mejadi
matahari
Menari dengan angin meninggi dengan
angan
Hanya separuh warna pelangi ku
Lenyap di telah abu – abu
Dahaga menghantarkan aku ke tepi
Yang berujung ombak kian mengerikan
Menggigil terselimuti jaring
Kian seperti ikan merasa ketakutan
Mungkin bisa saja bersembunyi di balik
aku
Namun tak mudah berkhianat pada nama
yang melekat
Sehelai kain putih
Ku buat penutup mahkotaku
Langkah demi langkah tak lebih dari
matahari ke ibu jari
Dua mata yang terpana menyoroti dari
ujung kaki
Hingga kain putihku
Mereka panggil simadu mengiurkan aku
Manis menurutnya
Tak lebih dari sekedar aku
Tak pernah seuntai kat berbaris makna
Meneteskan tinta diatas kertas putih
Tak berguris untuk menjadi madu
Tuhan,
Akan kah Kau hentikan detik ini
Sedangkan aku setengah redup setengah
terang
Sedang hampa menusuk ku
Kabut pun enggan menyelimuti ku
Bairkan bentangan jarum jam ini terus
berputar
Kini aku tak akan pernah takut tertiup
angin
Tak akan musnah bila
masih ada akar
Tak akan bersedih bila masih menggenggam
pelanggi
Tuhan ku…
Bila waktu masih senja
Aku ingin menghampiri detak jantung yang
kian menepi
Aku ingin membasahi dedaunan, ranting
dan pohon
Agar menjadi embun Mu yang menyejukkan
Meski matahari bukan lagi diriku
Tuhan kini aku datang menyambut Mu
Hantarkan aku ke bumi Mu nan megah
Khayal Kau jadikan mimpi nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar